Watts to Volts Calculator

Hitung menggunakan:
A

Definisi Watt Amps VoltVolts Definition

Watt (W) — Daya Listrik

Watt (W) adalah satuan daya listrik. Satu watt sama dengan satu joule (J) energi yang ditransfer per detik. Watt mengukur seberapa cepat energi listrik dikonsumsi atau diproduksi. Bola lampu 60 W mengkonsumsi energi 60 joule setiap detiknya. Daya dalam watt sama dengan tegangan dalam volt (V) dikalikan arus dalam amp (A): P(W) = V(V) × I(A).

Volt (V) — Tekanan Listrik

Volt (V) adalah satuan beda potensial listrik, atau tegangan. Tegangan menggerakkan arus melalui suatu rangkaian. Stopkontak standar AS menyuplai 120 V, sedangkan stopkontak Eropa menyuplai 230 V. Tegangan yang lebih tinggi mendorong lebih banyak arus melalui resistansi tertentu. Tegangan dalam volt sama dengan daya dalam watt (W) dibagi arus dalam amp (A): V(V) = P(W) ÷ I(A).

Amps (A) — Arus Listrik

Ampere (A), atau amp, adalah satuan arus listrik. Arus mengukur laju aliran muatan listrik melalui konduktor. Rangkaian rumah tangga biasa membawa arus 15 A atau 20 A. Arus dalam ampli sama dengan daya dalam watt (W) dibagi tegangan dalam volt (V): I(A) = P(W) V(V).

Interactive Power Triangle

P Watts V Volts I Amps ×

Hover over each part of the formula to see what it represents.

P = V × I

Diagram Watt Amps VoltVolts Diagram

Segitiga daya merupakan alat visual yang digunakan dalam teknik elektro untuk menunjukkan hubungan antara daya (P), tegangan (V), dan arus (I). Tutupi salah satu variabel untuk melihat rumus menghitung nilai sisanya. Hubungan ini berdasarkan Hukum Watt: P = V × I.

Voltage (V)

Electrical pressure that pushes current through the circuit. Measured in volts.

Current (I)

Flow rate of electric charge through a conductor. Measured in amps (A).

Power (P)

Rate of energy transfer in the circuit. Measured in watts (W). P = V × I.

Resistance (R)

Opposition to current flow. Measured in ohms (Ω). V = I × R.

Interactive Circuit Diagram

+ R V I P = V × I Power

Hover over a component to learn its role

How to Convert Watts to Volts

Untuk mengubah watt menjadi volt, bagi daya (W) dengan arus (A) untuk rangkaian DC. Untuk rangkaian AC, bagi juga dengan faktor daya (PF). Rumus konversi Watt ke Volt berubah untuk rangkaian AC satu fasa dan tiga fasa. Gunakan V = √(P × R) untuk mengubah watt menjadi volt menggunakan hambatan ketika arus tidak diketahui.

Rumus Watt Volt Amps

Ada 3 rumus inti yang menghubungkan watt, volt, dan amp. Rumus ini berasal dari Hukum Watt dan Hukum Ohm:

DC Circuit V = P ÷ I

Voltage = Power ÷ Current

AC Single Phase V = P ÷ (PF × I)

Voltage = Power ÷ (Power Factor × Current)

AC Three Phase (Line-to-Line) V = P ÷ (√3 × PF × I)

Voltage = Power ÷ (√3 × Power Factor × Current)

Formula Breakdown

V = P ÷ I

Hover over each part of the formula to see what it represents.

Volts = Watts ÷ Amps

Using Resistance

V = √( P × R )
Example: 100 W ÷ 5 A = 20 V

DC Watts to Volts Calculation

Rangkaian arus searah (DC) menggunakan rumus watt ke volt yang paling sederhana

Konversi watt DC ke volt menggunakan rumus V(V) = P(W) ± I(A). Arus Searah (DC) mengalir dalam satu arah yang konstan — baterai, panel surya, dan catu daya menghasilkan daya DC. Rumus DC watt ke volt tidak memerlukan faktor daya karena DC tidak memiliki komponen daya reaktif.

DC Formula (Using Current) V(V) = P(W) ÷ I(A)

Voltage in volts = Power in watts ÷ Current in amps

Worked Example:

Baterai 12 V DC memberi daya pada perangkat 60 W. Penarikan arus adalah 60 W 12 V = 5 A. Bekerja sebaliknya: V = 60 W 5 A = 12 V.

Try It — DC Watts to Volts

Enter watts and amps to see the voltage

W
A

AC Watts to Volts Calculation

Konversi AC memerlukan faktor daya (PF) karena tidak semua daya digunakan secara efektif

Fase Tunggal

Konversi watt ke volt AC satu fasa menggunakan V(V) = P(W) (PF × I(A)). Daya AC satu fasa merupakan standar dalam perkabelan perumahan — rumah, kantor, dan peralatan kecil dijalankan dengan satu fasa. Faktor daya (PF) berkisar dari 0 hingga 1 dan menunjukkan seberapa efektif rangkaian menggunakan daya. PF sebesar 1 berarti 100% daya digunakan; faktor daya perumahan tipikal berkisar antara 0,8 hingga 0,95.

AC Single Phase Formula V(V) = P(W) ÷ (PF × I(A))

Voltage = Power ÷ (Power Factor × Current)

Example: Sebuah AC 1300 W mengalirkan 12 A pada rangkaian satu fasa dengan PF = 0,9. V = 1300 W (0,9 × 12 A) = 120,37 V.

AC Waveform

Phase A
Phase B
Phase C

Tiga Fase

Rangkaian AC tiga fasa menyuplai daya melalui 3 arus bolak-balik, diimbangi 120° satu sama lain. Tenaga tiga fasa digunakan pada peralatan industri, motor besar, dan jaringan distribusi tenaga komersial. Rumus watt ke volt untuk tiga fasa bergantung pada apakah pengukurannya adalah tegangan saluran-ke-saluran atau saluran-ke-netral.

Perhitungan dengan Tegangan Saluran ke Saluran

Line-to-Line V(V) = P(W) mAh (√3 × PF × I(A))

Tegangan saluran-ke-saluran diukur antara konduktor 2 fasa. Gunakan ini untuk beban motor dan peralatan tiga fase. √3 ≈ 1.732.

Example: Sebuah motor tiga fasa 5000 W menarik 10 A dengan PF = 0,8. V = 5000 ÷ (1,732 × 0,8 × 10) = 360,84 V baris ke baris.

Perhitungan dengan Tegangan Saluran ke Netral

Line-to-Neutral V(V) = P(W) − (3 × PF × I(A))

Tegangan saluran ke netral diukur antara konduktor fasa dan titik netral. Gunakan ini untuk beban satu fasa yang dihubungkan ke panel tiga fasa.

Example: Beban 5000 W menarik 10 A dengan PF = 0,8 pada sistem tiga fasa. V = 5000 mAh (3 × 0,8 × 10) = 208,33 V garis ke netral.

Convert Watts to Volts using Resistance

Gunakan rumus ini ketika arus tidak diketahui tetapi hambatan tersedia

Ubah watt menjadi volt menggunakan hambatan dengan rumus V(V) = √(P(W) × R(Ω)). Rumus ini menggabungkan Hukum Watt dan Hukum Ohm. Gunakan konversi watt ke volt ini ketika multimeter membaca resistansi, bukan arus. Rumus ini berlaku untuk rangkaian DC dan AC.

Resistansi Tegangan Watt

Hubungan antara watt, tegangan, dan hambatan dihasilkan dari penggabungan P = V × I dan V = I × R (Hukum Ohm). Substitusi menghasilkan P = V² R, yang disusun ulang menjadi V = √(P × R).

Resistance Formula V = √(P × R)

Voltage = Square root of (Power × Resistance)

Worked Example:

Pemanas 100 W dengan resistansi 144 Ω: V = √(100 × 144) = √14400 = 120 V.

Ohm's Law Triangle

V Volts I Amps R Ohms ×

Click a variable to isolate its formula

V = I × R

Combined with Watt's Law: V = √(P × R)

Bagan Konversi Watt ke VoltConversion Chart

Tabel referensi cepat untuk rangkaian DC pada nilai arus umum

Daya (W) @ 1 A@ 5 A@ 10 A@ 15 A@ 20 A
10 W 10 V2 V1 V0.6667 V0.5 V
25 W 25 V5 V2.5 V1.6667 V1.25 V
50 W 50 V10 V5 V3.3333 V2.5 V
100 W 100 V20 V10 V6.6667 V5 V
150 W 150 V30 V15 V10 V7.5 V
200 W 200 V40 V20 V13.3333 V10 V
300 W 300 V60 V30 V20 V15 V
500 W 500 V100 V50 V33.3333 V25 V
750 W 750 V150 V75 V50 V37.5 V
1k W 1,000 V200 V100 V66.6667 V50 V
1.5k W 1,500 V300 V150 V100 V75 V
2k W 2,000 V400 V200 V133.3333 V100 V
3k W 3,000 V600 V300 V200 V150 V
5k W 5,000 V1,000 V500 V333.3333 V250 V
10k W 10,000 V2,000 V1,000 V666.6667 V500 V

Pertanyaan yang Sering DiajukanQuestions

Apa rumus untuk mengubah watt ke volt?

Untuk rangkaian DC, tegangan (V) = daya (W) ÷ arus (A).

Berapa Volt dalam satu Watt?

Tidak ada jumlah volt yang pasti dalam satu watt karena volt dan watt mengukur hal yang berbeda — volt mengukur tekanan listrik, watt mengukur daya listrik. Hubungan antara watt dan volt bergantung pada arus (amp): V(V) = P(W) ± I(A). Misalnya, 100 watt pada 10 amp sama dengan 10 volt, tetapi 100 watt pada 1 amp sama dengan 100 volt.

Bisakah Watt diubah menjadi Volt?

Ya, watt dapat diubah menjadi volt jika Anda mengetahui arus (amp) atau hambatan (ohm). Menggunakan arus: V = P ÷ I. Menggunakan hambatan: V = √(P × R). Tanpa setidaknya satu nilai tambahan, watt tidak dapat diubah menjadi volt karena watt mengukur sifat listrik yang berbeda.

Berapa Volt 100 Watt?

100 watt sama dengan voltase berbeda tergantung arus. Pada 1 A, 100 W = 100 V. Pada 5 A, 100 W = 20 V. Pada 10 A, 100 W = 10 V. Pada 20 A, 100 W = 5 V. Rumusnya adalah V = 100 W I(A). Untuk rangkaian standar AS 120 V, 100 watt menarik arus 0,83 A.

Apa perbedaan rangkaian DC dan AC?

DC (Arus Searah) mengalir dalam satu arah yang konstan — baterai, panel surya, dan pengisi daya USB menghasilkan daya DC. AC (Arus Bolak-balik) secara berkala berbalik arah pada 50 Hz atau 60 Hz — stopkontak dan jaringan listrik memasok daya AC. Rumus watt ke volt untuk DC adalah V = P ÷ I. Rangkaian AC memerlukan faktor daya (PF) dengan rumus: V = P ÷ (PF × I) untuk satu fasa.

Bisakah saya mengubah watt menjadi volt tanpa mengetahui arusnya?

Ya, ubah watt menjadi volt tanpa arus dengan menggunakan hambatan. Rumusnya adalah V = √(P × R), dimana P adalah daya dalam watt dan R adalah hambatan dalam ohm. Ukur resistansi dengan multimeter. Misalnya, beban 100 W dengan resistansi 400 Ω: V = √(100 × 400) = √40000 = 200 V.

Apa itu Faktor Daya?

Faktor daya (PF) adalah angka antara 0 dan 1 yang mengukur seberapa efektif suatu rangkaian AC menggunakan daya listrik. PF 1 berarti semua daya yang disuplai digunakan sebagai daya sebenarnya. PF sebesar 0,8 berarti 80% adalah daya nyata dan 20% adalah daya reaktif. Faktor daya yang umum: beban resistif (pemanas, lampu pijar) memiliki PF ≈ 1,0; motor dan kompresor memiliki PF = 0,7 hingga 0,9; Driver LED memiliki PF = 0,5 hingga 0,95. Faktor daya hanya berlaku untuk rangkaian AC — rangkaian DC tidak memiliki daya reaktif.

Kapan saya harus menggunakan Tegangan saluran-ke-saluran vs saluran-ke-netral?

Gunakan tegangan saluran-ke-saluran saat mengukur antara 2 dari konduktor 3 fasa — ini berlaku untuk motor tiga fasa, peralatan industri, dan sistem HVAC besar. Tegangan saluran ke saluran yang umum: 208 V, 480 V, 600 V. Gunakan tegangan saluran ke netral saat mengukur antara konduktor satu fasa dan kabel netral — ini berlaku untuk beban satu fasa pada panel tiga fasa, sirkuit penerangan, dan stopkontak. Tegangan saluran-ke-netral yang umum: 120 V, 277 V, 347 V.